Kelompok 1 :
1. Adhitya Bayu W
2. Ariyani
3. Candra Karisma
4. Raflyandi Dwi Saputro
Halo reader :D kali ini kita mau membahas tentang Arsitektur Web dan Applikasi Utama.. apa sih Arsitektur Web dan Applikasi Utama-nya itu ?
Arsitektur Website adalah suatu
pendekatan terhadap desain dan perencanaan situs yang, seperti arsitektur itu
sendiri, melibatkan teknis, kriteria estetis dan fungsional. Seperti dalam
arsitektur tradisional, fokusnya adalah benar pada pengguna dan kebutuhan
pengguna. Hal ini memerlukan perhatian khusus pada konten web, rencana bisnis,
kegunaan, desain interaksi, informasi dan desain arsitektur web. Untuk optimasi
mesin pencari yang efektif perlu memiliki apresiasi tentang bagaimana sebuah
situs Web terkait dengan World Wide Web.
Ada tiga patokan utama untuk
penerapan web services. Patokan - patokan ini mendukung pertukaran data
berbasis XML. Tiga standar tersebut meliputi SOAP, WSDL, dan UDDI. Berikut ini
akan dijelaskan secara singkat mengenai standar tersebut.
1. SOAP
(Simple Object Access Protocol)
suatu bahasa versi bebas dari protokol RPC (Remote
Procedure Caoll) yang berguna untuk proses transaksi melalui HTTP standar.
2. WSDL
(Web Services Description Language)
bahasa yang memungkinkan berbagai dokumen yang
dibuat dalam aplikasi yang berbeda dapat berkomunikasi.
3. UDDI
(Universal Description Discovery and Integration)
semacam direktori global untuk mengelola web
services.
v http, HTML, Internet, web server, browser,
transactions
HTTP (Hypertext Transfer Protocol)
sebuah
protokol jaringan lapisan aplikasi yang digunakan untuk sistem informasi
terdistribusi, kolaboratif, dan menggunakan hipermedia.
HTML (Hyper Text Markup Language)
bahasa standar untuk membuat suatu dokumen
HTML (halaman web) yang terdiri dari kode-kode singkat tertentu, dimana dengan
kode-kode tersebut akan memerintahkan Web Browser bagaimana untuk menampilkan
halaman Web yang terdiri dari berbagai macam format file seperti teks, grafik,
animasi, link maupun audio-video.
Web Browser
sebuah progam yang dapat menterjemahkan kode
perintah dari dokumen HTML tersebut sehingga dapat kita lihat, baca dan dengar.
Contoh dari Web Browser adalah Internet Explorer, Netscape Navigator, Mozilla
Firefox, Opera, Safari dll.
Internet
sebuah
jaringan komputer yang terdiri dari berbagai macam ukuran jaringan komputer di
seluruh dunia mulai dari sebuah PC, jaringan-jaringan lokal berskala kecil,
jaringan-jaringan kelas menegah, hingga jaringan-jaringan utama yang menjadi
tulang punggung internet seperti NSFnet, NEARnet, SURAnet, dan lain-lain.
v
User Generated Content,
Blogs, Wikis, Folksonomies, Social Networks
Apa
sih yang di maksud tulisan diatas ini? Nah saya akan coba jelaskan satu – satu yaa
:D
User Generated Content.
User
Generated Content (UCG) adalah berbagai jenis content yang tersedia secara
publik dan diproduksi oleh para end-user
Wikipedia.org) .
Kunci
utama dalam User Generated Content adalah sebuah participatory atau
partisipasi. Para foundersitus-situs di atas pasti berfikir, bagaimana agar
jutaan pengguna internet tertarik untuk masuk dan berpartisipasi. Manfaat
aplikasi web yang menarik, kemudahan penggunaan, interface yang nyaman, layanan
terjamin, knowledge sharing mungkin bisa membuat pengguna tertarik untuk
mencoba dan berpartisipasi di dalamnya.Sebagian kalangan mengatakan User
Generated Content ini sebagai Perbudakan 2.0. Mereka (para Founder) tidak perlu
susah-susah untuk mengupdate konten situsnya sendiri, cukup membuat aplikasi
web kemudian mempekerjakan jutaan pengguna internet untuk mengisi konten
utamanya. Mereka (jutaan pengguna intenet) tidak dibayar dari menulis konten
tapi founder mendapatkan banyak benefit dengan situs yang mereka tawarkan.
Blog
singkatan
dari Web Log, Blog itu sendiri adalah sebuah situs yang asal mulaya merupakan
catatan harian online yang dibuat oleh siapa pun, kapan pun, dan di manapun.
Jenis Blog / penyedia Blog local maupun internasional : Blogger.com,
wordpress.com, Typepad.com, livejournal.com, blogdrive.com, blogsome.
Wikis (Wiki)
Wiki
adalah sebuah situs web (atau koleksi dokumen hiperteks lainnya) yang
memperbolehkan penggunanya menambah atau mengubah isi situs tersebut. Istilah
ini juga dapat merujuk kepada software kolaboratif yang digunakan untuk
menciptakan situs web semacam itu atau sebuah konsep yang diberi pengertian
oleh penggagasnya.
Floksonomies
Folksonomi
adalah suatu sistem pengklasifikasian yang diturunkan dari praktik dan metode
pembuatan dan pengelolaan tag-tag secara kolaboratif , untuk menganotasi dan
mengkategorisasi konten;
Praktik
ini juga dikenal sebagai penge-tag-an kolaboratif, klasifikasi sosial,
pengindeksan sosial, dan pengetagan sosial. Istilah Folksonomi merupakan
gabungan lebur dari kata folk dan taksonomi.
Folksonomi
menjadi populer di ranah Web sekira
tahun 2004, sebagai bagian dari aplikasi piranti lunak sosial seperti penandaan buku sosial dan anotasi
fotografi. Pengetagaan, yang menjadi karakteristik layanan Web 2.0,
memungkinkan pengguna untuk mengklasifikasi dan mencari informasi secara
kolektif. Beberapa laman web memasukkan awan tag untuk memvisualisasi tag-tag
dalam sebuah folksonomi.
Sosial Network
Sosial
media adalah sebuah media untuk bersosialisasi satu sama lain dan dilakukan
secara online yang memungkinkan manusia untuk saling berinteraksi tanpa
dibatasi ruang dan waktu.
Sosial
media dapat dikelompokkan menjadi beberapa bagian besar yaitu :
1.
Social Networks, media sosial untuk bersosialisasi dan berinteraksi ( Facebook,
myspace, hi5, Linked in, bebo, dll)
2.
Discuss, media sosial yang memfasilitasi sekelompok orang untuk melakukan
obrolan dan diskusi (google talk, yahoo! M, skype, phorum, dll)
3.
Share, media sosial yang memfasilitasi kita untuk saling berbagi file, video,
music, dll (youtube, slideshare, feedback, flickr, crowdstorm, dll)
4.
Publish, (wordpredss, wikipedia, blog, wikia, digg, dll)
5.
Social game, media sosial berupa game yang dapat dilakukan atau dimainkan
bersama-sama (koongregate, doof, pogo, cafe.com, dll)
6.
MMO (kartrider, warcraft, neopets, conan, dll)
7.
Virtual worlds (habbo, imvu, starday, dll)
8.
Livecast (y! Live, blog tv, justin tv, listream tv, livecastr, dll)
9.
Livestream (socializr, froendsfreed, socialthings!, dll)
10.
Micro blog (twitter, plurk, pownce, twirxr, plazes, tweetpeek, dll)
Sosial
media menghapus batasan-batasan manusia untuk bersosialisasi, batasan ruang
maupun waktu, dengan media sosial ini manusia dimungkinkan untuk berkomunikasi
satu sama lain dimanapun mereka bereda dan kapanpun, tidak peduli seberapa jauh
jarak mereka, dan tidak peduli siang atau pun malam.
v
Semantic Web
summary
Semantic
Web Summary
Definisi Semantic Web adalah pengembangan dari World Wide Web di
mana makna semantik dari informasi di web didefinisikan, sehingga memungkinkan
mesin untuk memprosesnya. Semantic Web berasal dari World Wide Web Konsorsium
dari Web sebagai media universal data, informasi, dan pertukaran pengetahuan.
Semantic Web terdiri dari seperangkat prinsip-prinsip desain, kelompok kerja
kolaboratif, dan berbagai teknologi. Beberapa elemen dari Semantic Web yang
dinyatakan sebagai calon masa depan dan unsur-unsur lain dari Semantic Web
disajikan dalam spesifikasi formal dimaksudkan untuk memberikan deskripsi
formal konsep, istilah, dan hubungan dalam satu domain tertentu.
Istilah Web Semantik itu sendiri
diperkenalkan oleh Tim Berners-Lee, penemu World Wide Web. Sekarang, prinsip
web semantik disebut-sebut akan muncul pada Web 3.0, generasi ketiga dari World
Wide Web. Bahkan Web 3.0 itu sendiri sering disamakan dengan Web Semantik. Web Semantik
menggunakan XML, XMLS (XML Schema), RDF, RDFS (Resources Description Framework
Schema) dan OWL.
Tim Berners- Lee
XML
XML (Extensible Markup Language)
adalah bahasa markup untuk keperluan umum yang disarankan oleh W3C (World Wide
Web Consortium) untuk membuat dokumen markup keperluan pertukaran data antar
sistem yang beraneka ragam. XML merupakan kelanjutan dari HTML (HyperText
Markup Language) yang merupakan bahasa standar untuk melacak Internet.
RDF
RDF (Resource Description
Framework) adalah standar W3C untuk mendeskripsikan Web resources, seperti
title, author, modification date, content, dan copyright information dari Web
page.
OWL
OWL (Web Ontology Language)
adalah salah satu bentuk ontology yang memang dirancang dengan tujuan untuk
digunakan oleh aplikasi yang perlu memproses isi informasi ketimbang
menampilkan informasi untuk konsumsi manusia. OWL merupakan rekomendasi W3C
(World Wide Web Consortium) dalam penulisan ontology untuk web untuk web
semantic. OWL dituliskan dalam syntax XML (eXtended Markup Language). Selain
XML dalam OWL digunakan juga bahasa XMLS (XML Schema), RDF (Resource
Description Framework) dan RDFS (RDF Schema) dan OWL itu sendiri.
Microformats
Microformats adalah salah satu
cara menambahkan penandaan sederhana agar tiap data mudah terbaca oleh manusia
seperti peristiwa, rincian kontak atau lokasi pada halaman web sehingga
informasi di dalamnya dapat diekstraksi oleh perangkat lunak dan diindeks,
dicari, disimpan, bertukaran-referensi, atau dikombinasi. Secara teknis,
hal-hal tersebut adalah bagian dari penandaan semantik yang hanya menggunakan
standar “Plain Old Semantic (X)HTML” (yaitu “POSH”) saja dengan nilai “rel” dan
satu set penamaan-kelas yang umum. Mereka digunakan dengan terbuka dan
tersedia, bebas bagi siapa saja.
Microdata
Microdata adalah Spesifikasi HTML
yang berbasisi WHATWG yang digunakan untuk sarang simentik pada konten di
halaman web. Microdata membantu teknologi seperti mesin pencari dan web crawler
lebih memahami informasi apa yang terkandung dalam halaman web, menyediakan
hasil pencarian yang lebih baik. Microdata adalah upaya untuk menyediakan cara
sederhana annotating elemen HTML dengan tag dapat dibaca oleh mesin daripada
pendekatan serupa menggunakan RDFa dan Microformats.
Web Semantik merujuk kepada
kemampuan aplikasi komputer untuk lebih memahami bahasa manusia, bukan hanya
bahasa yang baku dari para penggunanya tetapi juga bahasa yang lebih kompleks,
seperti dalam bahasa percakapan sehingga memudahkan penggunanya untuk
berkomunikasi dengan mesin. Web Semantik dapat mengolah bahasa dan mengenali
homonim, sinonim, atau atribut yang berbeda pada suatu database.
v
Web security
Suatu tata cara mengamankan aplikasi web
yg dikelola, biasanya yg bertanggung jawab melakukannya adalah pengelola
aplikasi web tsb.
Mengenai masalah yang berkaitan dengan
keamanan di dalam era digital tidak lepas dari 3 prinsip utama yaitu
Confidentiality, Integrity, dan Availability atau lebih dikenal dengan nama
CIA. Sama halnya ketika bergelut dengan keamanan (security) sebuah website, princip
CIA sudah selayaknya dijadikan pedoman yang harus dipahami apabila ingin
website kita lebih aman dan sulit untuk diserang.
CONFIDENTIALITY
Confidentiality memiliki makna bahwa
data-data ataupun informasi-informasi yang berada di dalam sebuah website hanya
dapat di baca atau di akses oleh orang-orang yang memang memiliki kewenangan
untuk mengaksesnya. Dalam era konsep Web 2.0 yang sedang berkembang beberapa
tahun belakangan ini, sangat memungkinkan sebuah website untuk dapat memiliki
lebih dari satu administrator. Contohnya adalah WordPress engine.
INTEGRITY
Integrity memiliki pengertian data-data
yang berada didalam server atau website hanya dapat diubah ataupun di delete
oleh orang yang memiliki kewenangan untuk melakukan hal itu. Sebagai contoh proses
transfer dari server ke client atau sebaliknya (dapat berupa upload maupun
download), ternyata mengubah file yang sedang di transfer tersebut, hal ini
mengindikasikan bahwa sebuah aplikasi website yang sedang digunakan tidak aman
(insecure). Sama halnya jika ada serangan sebuah virus yang dapat mengubah
sebuah file, entah itu mengubah nama ataupun isinya.
AVAILABILITY
Jika confidentiality bermakna hanya user
yang memiliki kewenangan yang dapat melihat data tertentu yang tersimpan
didalam sebuah server atau website, availability memiliki makna bahwa website
harus dapat diakses jika user ingin meggunakannya. Memang terkesan
membingungkan dan tidak berbeda dengan prinsip pertama, namun kedua prinsip ini
sangat jauh berbeda dikarenakan dilihat dari dua sudut pandang yang memang
berbeda.
Availability hanya menekankan kepada
dapat diaksesnya sebuah website. Mengenai siapa yang dapat mengaksesnya itu
telah dicover oleh prinsip confidentiality.
Jika sebuah website dapat diakses tanpa
adanya error, itu berarti website tersebut telah memenuhi prinsip availability
ini. Hal ini memiliki makna bahwa sebuah website haruslah dapat diakses apabila
memang dibutuhkan, dengan kata lain versi yang lebih mudahnya adalah, website
harus available 24 jam 7 minggu (24/7).
Referensi
1.
Wikipedia, "Internet", http://id.wikipedia.org/wiki/Internet
2.
Wikipedia, "Protokol Transfer Hiperteks", http://id.wikipedia.org/wiki/Hypertext_Transfer_Protocol
3.
Wikipedia, "Server Web", http://id.wikipedia.org/wiki/Web_server
4.
Wikipedia, "Penjelajah Web", http://id.wikipedia.org/wiki/Peramban
5.
Hendri Destiwanto, "User Generated Content", http://mashendri.com/user-generated-content.html
6.
Wikipedia, "Wiki",http://id.wikipedia.org/wiki/Wiki
7.
Wikipedia, "HTML", http://id.wikipedia.org/wiki/HTML
8.
Muhammad Faris Al Fatih, "Arsitektur Web dan
Aplikasi Utamanya", http://changeofchange.blogspot.com/2013/03/arsitektur-web-dan-aplikasi-utamanya.html
Tidak ada komentar:
Posting Komentar